Analisis Teknikal IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) per 28 Januari 2020

Salah satu premis utama dalam ilmu analisis teknikal saham adalah: The Market discounts everything. Yang secara harafiah, terjemahannya adalah: Pergerakan harga saham sudah mencerminkan segalanya.

Yang berarti, kalau ada berita bagus, maka harga saham akan cenderung naik. Dan begitu juga sebaliknya, kalau ada berita jelek, maka harga saham akan bergerak turun.

Sehingga tidak ada gunanya kita memusingkan faktor info dan berita, entah itu berita ekonomi, maupun info tentang perusahaan. Karena toh harganya sudah keburu naik/turun duluan.

Malah di Bursa Efek Indonesia, sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. Bahwa harga saham akan bergerak duluan, jauh sebelum info dan beritanya keluar.

Harga saham sudah naik duluan, jauh sebelum ada berita bagus yang keluar. Dan harga saham pun sudah turun duluan, jauh sebelum ada berita jelek.

Dan kalau kita mau mendapatkan profit secara konsisten, lebih baik fokus ke pergerakan harga sahamnya, ketimbang sibuk memburu info dan berita.

Begitu juga dengan yang terjadi di IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), minggu ini.

Untuk itu, mari kita cermati chart berikut iniā€¦

Analisis Teknikal Saham IHSG - Indeks Harga Saham Gabunga per 2020.01.28
Chart Analisis Teknikal IHSG per 28 Januari 2020

Di atas grafik chart harian (daily) IHSG, per 28 Januari 2020. Dan terlihat, bahwa secara analisis teknikal IHSG sedang memasuki trend turun jangka pendek dan jangka menengah.

Jika trend ini berlanjut, maka ada kemungkinan IHSG akan turun dan menguji support kuat 5900-6000. Sebuah area yang sudah menopang kejatuhan IHSG selama 6 bulan terakhir.

Namun tentu saja, seperti sewajarnya pergerakan market yang sehat, trend turun ini tetap akan diselingi oleh beberapa kali rebound jangka pendek. Ingat, harga tidak pernah bergerak seperti garis lurus. Akan selalu ada kenaikan dan penurunan yang silih berganti.

Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?

Tentu saja bersabar dan menunggu saat yang tepat untuk melakukan akumulasi. Karena ketika saatnya tiba, akan banyak sekali saham-saham potensial yang dijual dengan harga murah.

Ingat! Ini justru adalah peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik. Karena periode "diskon dan obral" seperti ini termasuk sangat jarang terjadi.

Kita hanya perlu bersabar dan tetap rasional. Jangan malah emosional, ketakutan dan ikut-ikutan panik.

"I will tell you the secret to getting rich on Wall Street. You try to be greedy when others are fearful. And you try to be fearful when others are greedy."

- Warren Buffett

Sementara menunggu saat yang tepat, ada baiknya kita pelajari kembali materi-materi yang ada di TRANSIT Investing Masterclass. Terutama yang berkaitan dengan Trend Analysis dan Market Timing.

Karena orang-orang yang akan menangguk untung paling besar, di situasi seperti ini, adalah mereka yang tahu bagaimana memanfaatkan timing dan momentum!

Jadilah investor yang Cerdas dan Mandiri!