Analisis Teknikal IHSG per 2 Desember 2020

Pada hari Rabu, 2 Desember 2020, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ditutup di level 5813. IHSG ditutup menguat +89 point, atau naik +1.56% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

IHSG dan saham-saham di Bursa Efek Indonesia memulai bulan Desember ini dengan dorongan momentum yang cukup kuat. Didukung oleh berbagai sentimen positif dari dalam dan luar negeri, plus adanya aksi Window Dressing (yang sudah SELALU terjadi di Bulan Desember, sejak tahun 2001).

Lalu apa yang harus kita lakukan berikutnya? Bagaimana cara memanfaatkan momentum ini dengan baik, agar profit kita juga maksimal?

Kemudian apa saja jebakan yang perlu kita waspadai? Apakah ada tanda-tanda koreksi dalam waktu dekat? Apa lagi jika mengingat, bahwa IHSG dan saham-saham yang lain juga sudah naik lumayan banyak?

Untuk itu, mari kita cermati chart IHSG berikut ini…

Analisis Teknikal Saham IHSG - Chart IHSG per 2 Desember 2020
Chart IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) per 2 Desember 2020

Di atas adalah chart daily (harian) IHSG per 2 Desember 2020. Dimana dapat kita lihat pada chart tersebut, IHSG mulai mendekati area Resistance kuat 5900-6000. Area Resistance psikologis yang perlu kita waspadai.

Mengapa area Resistance 5900-6000 ini perlu kita waspadai? Memangnya apa yang istimewa dari area ini?

Area Resistance ini sangat perlu kita waspadai, karena sebelumnya, area ini adalah area Support yang tertembus pada bulan Februari 2020 yang lalu.

Seperti yang telah kita pelajari di TRANSIT Investing™ Masterclass (Module #2: Market Timing, video Support/Resistance), secara analisis teknikal saham, area seperti ini disebut sebagai Support/Resistance Reversing Role.

Dan kita harus ingat, bahwa Support/Resistance seperti ini lebih kuat daripada Support/Resistance biasa.

Di satu sisi, untuk menembus area Resistance 5900-6000, IHSG memerlukan power dan momentum yang cukup kuat.

Jika ternyata power dan momentumnya kurang (tidak cukup kuat), maka bukan tidak mungkin IHSG akan kembali turun lagi. Inilah salah satu potensi koreksi yang perlu kita waspadai!

Namun di sisi lain, jika ternyata IHSG berhasil menembus area Resistance ini, berarti terbukalah peluang untuk Bursa Efek Indonesia memasuki masa Strong Bullish.

Jika kejadiannya (mudah-mudahan) seperti itu, maka saham-saham akan terus naik dan melakukan rally panjang di tahun 2021. Inilah peluang besar yang menanti kita!

Sekarang pertanyaan adalah: Apa yang harus kita lakukan berikutnya? Apa yang perlu kita siapkan untuk mengantisipasi potensi koreksi? Dan bagaimana pula cara untuk memanfaatkan potensi rally?

Untuk itu, ada 2 hal yang dapat kita lakukan.

Pertama, kita harus selalu ingat, bahwa IHSG adalah harga komposit. Pergerakan IHSG adalah pergerakan harga gabungan dari saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Dan karena sifatnya komposit, maka pergerakan IHSG SELALU LEBIH LAMBAT daripada pergerakan saham per saham.

Itu artinya, pergerakan naik/turun saham akan lebih cepat (dan lebih banyak) daripada IHSG. Sehingga yang harus kita perhatikan bukanlah chart IHSG, melainkan chart saham per saham!

Lagipula, kita semua adalah trader dan investor saham. Kita tidak bisa trading/investasi di IHSG. Kita hanya bisa trading/investasi di saham. 🙂

Maka perhatikanlah chart saham per saham. Jangan salah fokus!

Kedua, kita juga harus tahu hal ini: Meskipun IHSG naik (atau turun), akan selalu ada saham-saham yang geraknya TIDAK SEARAH dengan pergerakan IHSG.

Ketika IHSG naik, akan selalu ada saham-saham malah yang turun. Dan sebaliknya, ketika IHSG turun, akan selalu ada saham-saham yang justru naik banyak.

Gunakan apa yang sudah kita pelajari di TRANSIT Investing™ Masterclass (Module #2: Market Timing), untuk mencari saham-saham seperti itu.

Ingat, harga saham tidak bergerak seperti garis lurus. Jangan berharap IHSG dan saham-saham akan selalu naik setiap hari!

Meskipun market-nya Bullish dan trend-nya naik, yang namanya koreksi sudah pasti ada. Jadi, jangan panik! Karena koreksi-koreksi seperti inilah yang menjadi peluang kita untuk membeli saham-saham di harga murah!

Selalu fokus pada Trading Plan kita. Beli kalau memang waktunya beli. Jual ketika sudah tiba waktunya jual.

Kalau masih tidak tahu (atau masih tidak yakin) kapan waktunya beli, dan kapan waktunya jual, ada baiknya kita menonton dan mempelajari kembali materi-materi yang ada di TRANSIT Investing™ Masterclass.

Dan seperti biasa, saya selalu terbuka untuk diskusi dan konsultasi. 🙂

Kami Menggunakan TradingView

Seluruh analisis teknikal yang ada di website IDXchart.com dibuat dengan menggunakan TradingView. Sebuah cloud-based charting tool terbaik bagi para trader dan investor Indonesia!

Dengan menggunakan TradingView, Anda dapat melakukan analisis dari komputer desktop, laptop, bahkan dari tablet dan Handphone (Android maupun iOS).

Nikmati fasilitas FREE Trial 30-hari, dengan meng-klik banner berikut ini…

TradingView 300x250 - Analisis Teknikal Saham IHSG