Analisis Teknikal IHSG per 3 Agustus 2020

Di awal bulan, Senin 3 Agustus 2020, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ditutup melemah 143 poin. Atau turun -2.78% jika dibandingkan dengan penutupan minggu dan bulan sebelumnya.

Waduh… Baru awal bulan koq turunnya sudah begitu dalam? Apa jangan-jangan market kita mau crash? Atau jangan-jangan akan krisis lagi sepeti bulan Maret kemarin?

Ada baiknya kita tidak langsung melompat ke kesimpulan begitu saja. Apa lagi kalau didasari oleh ketakutan emosional, dan kekhawatiran yang tidak rasional.

Untuk itu, mari kita simak chart IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di bawah ini…

Analisis Teknikal IHSG per 3 Agustus 2020 by IDXchart on TradingView.com

Di atas adalah chart daily (harian) IHSG per 3 Agustus 2020. Dimana dapat kita lihat pada chart tersebut, IHSG tampak tidak kuat bertahan di area Resistance 5050-5100.

Area Resistance kuat yang menahan IHSG sepanjang bulan Juli kemarin. Area yang juga gagal ditembus di bulan Juli.

Di tengah gencar isu resesi ekonomi yang menghantui, penurunan IHSG hari ini memang dapat memicu kekhawatiran. Seolah-olah seperti mengingatkan kita akan kejatuhan IHSG di bulan Maret kemarin.

Namun sebagai investor yang Cerdas dan Mandiri, justru pada saat-saat seperti inilah, kita harus bersikap rasional. Jangan malah larut dalam ketakutan dan jadi ikut-ikutan emosional.

Karena begitu kita bersikap emosional, dan berhenti menjadi investor yang rasional, maka kita tidak akan dapat melihat peluang profit yang ada di depan kita saat ini.

Loh? Memangnya di market seperti ini ada peluang profit? Ya ada dong! 🙂

Coba perhatikan kembali chart IHSG di atas. Dimana saya sudah menarik beberapa garis untuk menandai area Support/Resistance utama di IHSG.

Silakan tarik juga garis yang sama di chart Anda sendiri. Lalu gunakanlah itu sebagai patokan untuk melihat kemana arah IHSG selama 3 bulan ke depan.

Kalau IHSG turun, maka perhatikan dimana-mana saja letak Support berikutnya. Dan sebaliknya. Ketika IHSG naik, maka perhatikan area-area Resistance berikutnya.

Selebihnya ya tinggal kita konsisten pada Trading Plan yang sudah kita buat. Buy ketika waktunya Buy. Dan Sell ketika waktunya Sell.

Karena seperti yang dapat kita lihat. IHSG saat ini sedang berada pada persimpangan jalan. Posisinya persis di tengah-tengah chart.

Kalau ternyata IHSG-nya turun. Itu artinya memang sudah saatnya kita profit taking. Untuk kemudian kita kembali melakukan akumulasi di harga bawah.

Kalau ternyata IHSG-nya naik. Itu artinya kita masih punya peluang untuk mendapatkan profit yang lebih besar lagi, di bulan-bulan berikutnya.

Yang mana pun skenario yang terjadi, selalu ada peluang untuk mendapatkan profit. Asalkan, sekali lagi, kita tetap bersikap rasional dan memiliki Trading Plan.

Karena investor yang saat ini sedang bingung dan ketakutan, adalah investor yang memang tidak punya Trading Plan.

Akibatnya investor seperti itu tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya. Kalau marketnya naik, tidak tahu harus bagaimana. Kalau marketnya turun, pun tidak tahu harus berbuat apa.

Kami Menggunakan TradingView

Seluruh analisis teknikal yang ada di website IDXchart.com dibuat dengan menggunakan TradingView. Sebuah cloud-based charting tool terbaik bagi para trader dan investor Indonesia!

Dengan menggunakan TradingView, Anda dapat melakukan analisis dari komputer desktop, laptop, bahkan dari tablet dan Handphone (Android maupun iOS).

Nikmati fasilitas FREE Trial 30-hari, dengan meng-klik banner di bawah ini…