Analisis Teknikal Saham INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk PT) per 3 Desember 2019

Seperti yang kita tahu, salah satu (dari tiga) prinsip utama dalam ilmu analisis teknikal saham adalah: History repeats itself. Yang kalau diterjemahkan, kurang lebih artinya: Sejarah itu berulang!

Tentu saja terulangnya tidak persis sama. Dan akan selalu ada perbedaan dan variasi di sana-sini. Namun dibalik setiap kejadian, selalu ada pola-pola dan benang merah yang dapat kita tarik kesimpulan.

Dan salah satu prinsip analisis teknikal tersebut dapat kita saksikan bersama, yang tengah terjadi di saham INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk PT).

Untuk itu, mari kita perhatikan chart berikut ini…

Analisis Teknikal Saham IHSG - INDF Daily per 2019.12.03
Chart Analisis Teknikal Saham INDF Daily per 3 Desember 2019

Di atas adalah penampakan chart harian (daily) saham INDF, per 3 Desember 2019. Dapat kita lihat bersama-sama bahwa INDF sudah keluar dari trend naik (Bullish), yang sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2019. Dan kini tengah melewati fase sideways (non-trending).

Masih ingat pelajaran di TRANSIT Investing™ Masterclass, di modul yang pertama? Dimana kita belajar tentang Trend Analysis.

Di modul yang pertama tersebut, kita sudah membahas. Bahwa saham yang sudah keluar dari trend naik (Bullish), saham yang trend-nya sudah berubah, belum tentu sahamnya akan langsung turun (Bearish).

Karena meskipun trend naik (Bullish) sudah berakhir, masih ada kemungkinan untuk saham itu bergerak sideways (non-trending). Dan hal inilah yang persis terjadi di saham INDF. Dimana saham INDF bergerak naik turun diantara Support 7300-7400, dan Resistance 7900-8000.

Nah, pertanyaannya sekarang: Akankah saham INDF berhasil menembus Resistance kuat 7900-8000? Atau justru malah saham INDF akan turun, dan kembali menguji Support 7300-7400?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari bersama-sama kita cermati chart di bawah ini…

Analisis Teknikal Saham IHSG - INDF Monthly per 2019.12.03
Chart Analisis Teknikal Saham INDF Monthly per 3 Desember 2019

Di atas adalah penampakan chart bulanan (monthly) saham INDF, per 3 Desember 2019. Dan memang kalau hanya dilihat sekilas, sepertinya saat ini saham INDF sudah berada cukup dekat dengan titik tertingginya di harga 9200.

Namun jika kita cermati lebih dalam lagi. Dan meneliti lebih lanjut, terdapat hal yang menarik, yang terjadi di saham INDF, di setiap bulan Desember. Sebuah pola (dan fenomena) yang sudah terjadi selama 15 tahun ke belakang.

Analisis Teknikal Saham IHSG - INDF Statistic on Dec
Statistik Saham INDF di Bulan Desember sejak tahun 2005

Tabel di atas adalah tabel perubahan harga saham INDF yang terjadi selama bulan Desember. Mulai dari Desember 2005, sampai dengan Desember 2018.

Dapat kita lihat, sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2018. Saham INDF tercatat naik sebanyak 10 kali. Dan saham INDF hanya turun 4 kali di bulan Desember.

Namun, fakta menariknya tidak berhenti sampai disitu saja. Karena setiap kali saham INDF turun di bulan Desember, hal yang menarik SELALU terjadi di bulan Januari tahun depannya.

Seperti yang dapat kita lihat pada tabel di bawah ini…

Analisis Teknikal Saham IHSG - INDF Statistic on Jan
Statistik Saham INDF di Bulan Januari Ketika Bulan Desember Tahun Sebelumnya Turun

Selama 15 tahun ke belakang, saham INDF hanya turun 4 kali di bulan Desember. Dan setiap kali INDF turun di bulan Desember, selalu diikuti oleh kenaikan di bulan Januari tahun depannya. Bahkan di bulan Januari tahun 2007, saham INDF mengalami kenaikan yang sangat signifikan!

Lalu bagaimana prospek saham INDF untuk bulan Desember 2019? Dan kembali ke pertanyaan kita di awal tadi. Apakah saham INDF akan berhasil menembus Resistance kuat 7900-8000? Atau justru malah turun, dan kembali menguji Support 7300-7400?

Secara analisis teknikal, Resistance 8000 adalah area yang cukup sulit untuk tertembus. Baik secara historis, maupun secara psikologis.

Masih ingat pelajaran di TRANSIT Investing™ Masterclass, di modul yang kedua? Dimana kita belajar tentang Market Timing, dan cara penggunaan area Support/Resistance.

Di modul tersebut, kita membahas bahwa Support/Resistance yang berada di bilangan bulat (mis: 6000, 8000, 10.000, dst). Atau Support/Resistance yang berada di "perbatasan fraksi" (mis: 200, 500, 2000, dst). Akan cenderung menjadi Support/Resistance psikologis yang biasanya sulit tertembus. Dan inilah yang sedang terjadi di saham INDF sekarang ini.

Jika saham INDF berhasil menembus Resistance kuat 7900-8000, maka terbuka peluang (upside potential) untuk saham INDF naik sekitar 15% lagi, menuju target Resistance berikutnya di harga 9200 (all time high).

Tapi jika saham INDF ternyata turun di bulan Desember 2019 ini, ada kemungkinan untuk saham INDF turun hingga ke kisaran harga 7500-7600. Dan kalau skenario itu yang terjadi, malah justru membuat saham INDF menjadi sangat-sangat menarik.

Kenapa? Karena sejarah telah membuktikan. Selama 15 tahun belakangan ini. Bahwa jika saham INDF turun di bulan Desember, maka (paling lambat) di bulan Januari tahun depannya, saham INDF akan naik!

Meski begitu, saya perlu memperingatkan: JANGAN langsung membeli saham INDF secara sembarangan! Karena kita perlu melakukan Market Timing dengan benar.

Bagaimana caranya? Silakan simak kembali video yang ada di TRANSIT Investing™ Masterclass, modul yang kedua!

Namun terlepas dari apakah saham INDF akan naik atau turun. Saham INDF adalah salah satu saham yang sangat layak untuk kita cermati menjelang pergantian tahun.