Analisis Teknikal Saham PGAS (Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PT) per 3 Agustus 2018

Kalau kita bicara tentang analisis teknikal saham, salah satu pertanyaan yang paling banyak (dan paling sering) ditanyakan adalah, bagaimana memilih saham-saham yang akan naik. Dan kalau pun sahamnya sudah naik, apakah masih boleh beli atau tidak. Lalu bagaimana pula tanda-tandanya secara analisis teknikal.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pada bagian Chart Study kali ini, kebetulan kita punya satu contoh kasus yang lumayan bagus. Yaitu, chart saham PGAS (Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PT).

Mari kita sama-sama perhatikan chart saham PGAS di bawah ini... 

Secara analisis teknikal, cara termudah untuk melihat apakah saham ini akan naik atau tidak, adalah dengan memperhatikan dua kriteria.

Pertama, saham tersebut sudah keluar dari trend bearish (trend turun) jangka menengah.

Kedua, saham tersebut sudah berhasil naik dan menembus Resistance kuat-nya.

Nah, kalau kita perhatikan chart saham PGAS di atas, kita dapat melihat. Bahwa saham PGAS memang sudah keluar dari trend bearish jangka menengah.

Silakan perhatikan trendline (garis miring ke bawah) yang berwarna kuning. Dari situ dapat dilihat, bahwa harga saham PGAS sudah menembus garis trendline tersebut.

Kriteria yang pertama sudah terpenuhi. Sekarang kita lihat kriteria yang kedua.

Coba perhatikan garis sejajar putus-putus pada chart saham PGAS di atas. Garis sejajar itu menandakan ada area Support/Resistance kuat di chart saham PGAS. Dan harga saham PGAS saat ini (per 3 Agustus 2018), masih belum berhasil naik dan menembus area tersebut.

Artinya apa?

Artinya saham PGAS memang punya potensi untuk naik banyak. Tapi syarat-nya, PGAS harus menembus area Support/Resistance 1700-1800. Kondisi inilah yang disebut Buy on Breakout (Buy jika terjadi breakout).

So, saham PGAS adalah salah satu saham yang sangat layak untuk kita masukkan ke watchlist kita, dan boleh diperhatikan dalam minggu-minggu ini.

Jika saham PGAS berhasil menembus area Support/Resistance tersebut, bukan tidak mungkin kejadian seperti di awal tahun 2018 kembali terulang. Seperti yang dapat kita lihat pada bagian kiri chart di atas, ketika saham PGAS juga sempat berusaha untuk menembus area Support/Resistance yang sama.

Contoh-contoh seperti saham PGAS ini banyak terjadi beberapa minggu ke belakang. Dan memang sering terjadi menjelang IHSG bottoming (akan balik arah/reversal).

Dan inilah juga salah satu rahasia, kenapa kita bisa memprediksi bahwa trend turun IHSG akan berakhir. Sementara masih banyak pihak lain yang ketakutan (dan menakut-nakuti).

Inilah kekuatan analisis teknikal saham! Dan inilah salah satu dari sekian banyak hal yang akan kita pelajari dalam IDXchart Premium Membership.

Dapatkan Market Update IHSG Hari Ini... 

Langsung ke inbox Anda, GRATIS!