Analisis Teknikal Saham IHSG - 21

Analisis Teknikal IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) per 28 Januari 2020

Salah satu premis utama dalam ilmu analisis teknikal saham adalah: The Market discounts everything. Yang secara harafiah, terjemahannya adalah: Pergerakan harga saham sudah mencerminkan segalanya.

Yang berarti, kalau ada berita bagus, maka harga saham akan cenderung naik. Dan begitu juga sebaliknya, kalau ada berita jelek, maka harga saham akan bergerak turun.

Sehingga tidak ada gunanya kita memusingkan faktor info dan berita, entah itu berita ekonomi, maupun info tentang perusahaan. Karena toh harganya sudah keburu naik/turun duluan.

Malah di Bursa Efek Indonesia, sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. Bahwa harga saham akan bergerak duluan, jauh sebelum info dan beritanya keluar.

Harga saham sudah naik duluan, jauh sebelum ada berita bagus yang keluar. Dan harga saham pun sudah turun duluan, jauh sebelum ada berita jelek.

Read moreAnalisis Teknikal IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) per 28 Januari 2020

Analisis Teknikal Saham IHSG - 62

Analisis Teknikal Saham WTON (PT Wijaya Karya Beton Tbk) per 10 Desember 2019

Ketika bicara tentang analisis teknikal dan pergerakan harga saham. Kebanyakan trader dan investor, terutama para pemula, berpikir bahwa harga saham hanya bergerak secara dua arah, yaitu: naik atau turun.

Padahal menurut ilmu analisis teknikal, harga saham selalu bergerak dalam trend. Dan trend itu bukan cuma naik atau turun. Secara analisis teknikal, trend terdiri dari 3 arah, yaitu: Naik (Bullish), Turun (Bearish), dan Sideways (Non-trending).

Saham yang sudah "tidak kuat" untuk naik, bukan berarti sahamnya tersebut pasti akan langsung turun. Karena masih ada kemungkinan untuk saham tersebut bergerak Sideways (Non-trending).

Contohnya seperti yang terjadi di saham INDF, yang telah sempat kita bahas beberapa waktu yang lalu.

Hal yang sebaliknya juga berlaku. Saham yang sudah berhenti turun, bukan berarti saham tersebut pasti akan langsung naik. Karena pergerakan market dan harga saham tidak sesederhana itu. Masih ada kemungkinan Sideways (Non-trending) yang luput dari perhatian banyak orang.

Contoh nyatanya adalah seperti yang saat ini sedang terjadi di saham WTON (PT Wijaya Karya Beton Tbk).

Coba perhatikan chart di bawah ini…

Read moreAnalisis Teknikal Saham WTON (PT Wijaya Karya Beton Tbk) per 10 Desember 2019

Analisis Teknikal Saham IHSG - 51

Analisis Teknikal Saham BBTN (Bank Tabungan Negara Persero Tbk PT) per 6 Desember 2019

Sampai sekarang, ternyata banyak yang masih belum tahu. Bahwa secara analisis teknikal saham, sektor perbankan adalah salah satu sektor yang menjadi motor penggerak utama kenaikan/penurunan IHSG (Index Mover).

Itu artinya, kalau Indeks Harga Saham Gabungan mau naik (atau mau turun), gerak-geriknya dapat kita ketahui dengan mencermati saham-saham sektor perbankan ini.

Sehingga kalau misalnya kita sedang bingung, dan menerka-nerka tentang kemana arah dan prospek IHSG kedepannya. Maka petunjuknya dapat kita temukan dengan memperhatikan saham-saham sektor perbankan.

Dan untuk saat ini, salah satu saham sektor perbankan, yang sangat menarik untuk kita cermati adalah saham BBTN (Bank Tabungan Negara Persero Tbk PT).

Coba perhatikan chart di bawah ini…

Read moreAnalisis Teknikal Saham BBTN (Bank Tabungan Negara Persero Tbk PT) per 6 Desember 2019

Analisis Teknikal Saham IHSG - 54

Analisis Teknikal Saham INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk PT) per 3 Desember 2019

Seperti yang kita tahu, salah satu (dari tiga) prinsip utama dalam ilmu analisis teknikal saham adalah: History repeats itself. Yang kalau diterjemahkan, kurang lebih artinya: Sejarah itu berulang!

Tentu saja terulangnya tidak persis sama. Dan akan selalu ada perbedaan dan variasi di sana-sini. Namun dibalik setiap kejadian, selalu ada pola-pola dan benang merah yang dapat kita tarik kesimpulan.

Dan salah satu prinsip analisis teknikal tersebut dapat kita saksikan bersama, yang tengah terjadi di saham INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk PT).

Untuk itu, mari kita perhatikan chart berikut ini…

Read moreAnalisis Teknikal Saham INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk PT) per 3 Desember 2019