IHSG dan Ancaman Krisis Minyak Dunia?

IHSG kemarin ditutup di 5727, atau turun 29 poin (-0.5%), jika dibandingkan dengan penutupan hari jumat minggu kemarin. Seiring dengan pelemahan yang terjadi di bursa-bursa saham utama global.

Salah satu isu utama yang tengah hangat diperbincangkan adalah ketegangan antara pemerintah Amerika Serikat dengan Arab Saudi.

Yang ujung-ujungnya berdampak pada melonjaknya harga minyak mentah dunia, dan memicu ancaman krisis ekonomi global.

Sebenarnya apa sih yang terjadi? Apa hubungannya antara perseteruan dua negara tersebut, harga minyak dunia, dan ancaman krisis ekonomi global? Lalu apa dampaknya pada IHSG kita?

Mari kita cerita-cerita sebentar... 

Semua ini bermula atas kasus menghilangnya seorang jurnalis senior Saudi yang bernama Jamal Khashoggi, pada tanggal 2 Oktober lalu.

Khashoggi adalah seorang kritikus yang sangat vokal menyuarakan ketidaksetujuannya atas berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemimpin Arab Saudi.

Begitu vokalnya Khashoggi terhadap kebijakan pemerintahan Arab Saudi, sampai-sampai beliau mendirikan sebuah partai politik baru, yang tentu saja mengancam dominasi politik Raja Salman.

Kasus menghilangnya Khashoggi mendapat sorotan dari media di seluruh dunia. Dan semua mata tertuju pada pemerintahan Arab Saudi.

Sorotan itu begitu tajam, sampai-sampai Donald Trump mengeluarkan pernyataan, bahwa jika pemerintah Arab Saudi tidak segera menuntaskan kasus ini, maka pemerintah AS akan mengambil tindakan tegas.

(Sudah bukan rahasia lagi bahwa, AS punya kepentingan untuk menguasai ladang-ladang minyak dan gas di Timur Tengah. Sehingga kasus ini dijadikan ajang "aji mumpung" untuk menggoyang pemerintahan Arab Saudi.)

Ketegangan ini terus berlanjut. Tekanan dunia begitu besar, hingga tentu saja memunculkan perlawanan dari pihak pemerintah Arab Saudi.

Akhirnya kemarin, pihak pemerintah Arab Saudi balik mengancam, bahwa jika tekanan ini terus berlanjut, mereka akan mengurangi produksi minyak mentah dunia secara besar-besaran!

Ancaman balik ini tentu saja membuat ketegangan semakin menjadi-jadi. Sebab Arab Saudi adalah negara penghasil minyak mentah terbesar di dunia. Kalau mereka benar-benar mengurangi produksi, minyak akan mengalami kelangkaan, harga minyak akan melambung hingga 2-3 kali lipat.

Nah, inilah yang memicu kenaikan harga minyak akhir-akhir ini. Dan diperkirakan kenaikan ini akan terus berlanjut, sampai ada solusi atas kasus yang sangat pelik ini.

Lalu apa dampaknya ke IHSG dan Bursa Efek Indonesia?

Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga minyak dunia tentu saja akan mengancam APBN Indonesia.

APBN berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi (dan politik) Indonesia. Kalau APBN minus banyak, maka Indonesia akan terpaksa berhutang (lagi!) demi menutupi kekurangan anggaran.

Sampai disini, rasanya kita semua sudah tahu lah ya kira-kira akan kemana arahnya. 🙂

(Nasib yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh negara-negara pengimpor minyak yang lain di seluruh dunia)

Bagaimana dengan pergerakan IHSG hari ini?

Kemungkinan IHSG dan market kita masih akan mengalami tekanan. Tapi apakah kita kuat bertahan atau tidak, itu yang perlu sama-sama kita perhatikan.

Terus awasi dan cermati level Support kuat 5600-5700. Cermati juga saham-saham yang ada di portfolio kita masing-masing. Terutama saham-saham yang ada di Trading Watchlist kita hari ini...

[Trading Watchlist] 16 Oktober 2018

Dapatkan Market Update IHSG Hari Ini... 

Langsung ke inbox Anda, GRATIS!