IHSG Hari Ini : Galau Global...

IHSG hari ini ditutup di level 5835. Menguat tipis sekali dibandingkan dengan penutupan kemarin. Hanya 4 poin (+0.07%). Padahal IHSG hari ini sempat menguat hingga 52 poin (+0.89%), di sesi pagi tadi.

Sebenarnya nggak cuma IHSG dan Bursa Efek Indonesia saja yang tampak galau tidak menentu hari ini. Bursa-bursa lainnya di regional Asia juga mengalami hal yang serupa.

Bahkan jika kita perhatikan, kegalauan yang sama juga terjadi di Bursa-bursa regional Eropa. Bahkan sore tadi, FTSE di London dan DAX di Frankfurt Jerman, juga sempat dibuka turun.

Sebenarnya apa sih hal yang membuat galau para investor dan trader di seluruh dunia? Apakah memang sentimen galau ini begitu kuatnya, sampai-sampai berimbas ke IHSG dan Bursa Efek Indonesia? 

Secara garis besar, sebenarnya ada 2 agenda yang sedang ditunggu-tunggu oleh para trader dan investor di seluruh dunia.

Yang pertama adalah dirilisnya Non-Farm Payroll (NFP Report). NFP Report adalah sebuah data yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat, tentang situasi ekonomi dan ketenagakerjaan (employment).

NFP dikeluarkan setiap hari jumat pertama setiap bulan. Dan sering dianggap sebagai data ekonomi paling penting di pasar keuangan.

Bagus tidaknya laporan NFP ini tidak hanya berpengaruh ke bursa saham, tetapi juga sampai ke forex market dan commodity.

(Teman-teman yang forex trader pasti sudah paham sekali, bagaimana NFP dapat membuat chart di forex market bergerak sangat liar).

Untuk bulan November 2018, NFP dijadwalkan akan dirilis hari jumat besok, 2 November 2018, sekitar jam 8 malam WIB. Makanya kalau besok ternyata IHSG masih galau, ya jangan heran.

Agenda kedua yang ditunggu-tunggu, yang mungkin lebih besar pengaruhnya adalah Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting, yang akan dilakukan oleh The Fed (The Federal Reserve System).

Bagi yang belum tahu, The Fed adalah Bank Sentral Amerika Serikat. Setara dengan Bank Indonesia kalau disini. Dan FOMC Meeting dapat disamakan dengan Rapat Dewan Gubernur.

Agendanya adalah membahas berbagai kebijakan moneter dan ekonomi Amerika Serikat. Dan salah satu keputusan yang ditunggu-tunggu adalah tentang suku bunga acuan (interest rate).

Kenapa suku bunga acuan (interest rate) ini penting?

Gampangnya begini. Ini penjelasan yang sangat, sangat disederhanakan.

Kalau suku bunga bank naik, maka otomatis orang-orang akan lebih tertarik untuk nabung di bank, daripada investasi saham. Karena risikonya lebih rendah (bahkan hampir tidak ada).

Akibatnya, orang akan ramai-ramai menjual sahamnya, untuk kemudian uangnya ditaruh di bank. Sehingga bursa saham akan turun (karena ramai-ramai jualan).

Tapi itu kan di Amerika Serikat, disana. Apa pengaruhnya ke Bursa Efek Indonesia dan IHSG?

Simple. Dana investor asing yang ada di bursa kita itu banyak. Kalau investor asing ramai-ramai jualan saham yang disini, maka IHSG sudah pasti akan turun.

Dan tidak hanya di Bursa Efek Indonesia. Hal yang sama juga akan terjadi di bursa-bursa saham lain di seluruh dunia.

Kalau semua saham di semua bursa efek di seluruh dunia turun, maka terjadilah yang disebut Global Market Correction.

Inilah yang selama ini menjadi kekhawatiran (dan kegalauan) para trader dan investor di seluruh dunia, selama beberapa minggu ke belakang.

Sekali lagi, ini adalah penjelasan yang sangat disederhanakan. Sekedar untuk memberi gambaran, tentang situasi dan apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan? Apakah Global Market Correction memang sebegitu mengerikan?

Well, selalu ada dua sisi dalam setiap situasi. Kabar baik dan kabar buruk.

Kabar buruknya...

Ya seperti yang kemarin sudah sempat kita bahas. Secara historis, bulan November adalah bulan yang merah berdarah-darah. Secara statistik, bulan November memang marketnya akan turun.

Sehingga ya kita harus bersiap-siap kalau misalnya IHSG akan menguji Support kuat 5600-5700 beberapa kali.

Itu kabar buruknya. Sekarang kabar baiknya...

Di bulan November juga lah market akan balik arah (reversal). Sehingga bulan November adalah saat yang paling bagus untuk kita mulai akumulasi. Karena banyak saham-saham yang akan bottoming di bulan ini.

Sehingga kalau nanti market-nya turun, jangan panik. Jangan ketakutan (dan jangan menakut-nakuti). Karena bulan November adalah bulan diskon dan belanja! 😀

Ini adalah kesempatan bagus. Sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja!

Ingat, secara historis, di bulan Desember market dan IHSG selalu naik. Sudah 17 tahun berturut-turut, IHSG selalu hijau di bulan Desember.

Belanja bulan ini, jualan bulan depan!

Kalau begitu saham-saham apa saja yang boleh mulai kita cermati?

Well... Trio Banking (BBCA, BBRI, BMRI) hari ini sudah mulai gerak duluan (sesuai sinyal Buy di Trading Watchlist kita yang kemarin).

Saham-saham sektor lain, sepertinya akan segera menyusul. Check it out...

[Trading Watchlist] 2 November 2018

Dapatkan Market Update IHSG Hari Ini... 

Langsung ke inbox Anda, GRATIS!