IHSG Hari Ini: Masih Sanggup Bertahan?

IHSG hari Selasa 30 April 2019, ditutup di level 6455. Menguat 29 poin (+0.46%), dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Menutup perdagangan bulan April 2019 dalam posisi yang masih berusaha bertahan di Support kuat 6400.

Bagi sebagian trader dan investor di Bursa Efek Indonesia, menyaksikan IHSG di bulan April mungkin terasa seperti naik roller coaster.

Dimana IHSG cenderung datar dan sideways di hari-hari menjelang pemilu. Lalu sehari setelah pemilu, IHSG dibuka dan langsung melesat menembus 6600 (tepatnya di 6636). Level tertinggi yang pernah dicapai oleh IHSG selama setahun belakang ini.

(All time High IHSG adalah 6693, yang dicapai pada tanggal 20 Februari 2018).

Sebagian media dan analis menyatakan, kenaikan IHSG tersebut adalah karena euforia pasca pemilu. Dimana investor bereaksi "sangat positif" terhadap hasil hitung cepat (quick count) dan terhadap arah kebijakan politik dan ekonomi Indonesia ke depan.

Namun seperti biasa, yang namanya euforia memang tidak akan bertahan lama. Karena setelah mencapai titik tertinggi di level 6636, IHSG perlahan-lahan turun kembali.

Bahkan seminggu setelah menyentuh titik tertinggi tersebut, IHSG sempat ditutup di bawah level Support kuat 6400. Level Support yang sudah kita pantau bersama sejak bulan Februari kemarin.

Lalu, bagaimana arah IHSG untuk bulan Mei 2019 ini?

Untuk itu, ada baiknya kita coba perhatikan chart IHSG berikut ini...

Analisis Teknikal IHSG per 1 Mei 2019
Analisis Teknikal IHSG (Indeks Saham Gabungan) - Klik untuk memperbesar!

Seperti yang dapat kita lihat di chart analisis teknikal IHSG diatas. Level Support 6400 adalah level yang sudah berulang kali tersentuh, dan sudah berulang kali terbukti sanggup menahan "kejatuhan" IHSG ke level yang lebih rendah.

Pertanyaannya, sampai berapa lama level ini dapat bertahan? Lalu apakah ada kemungkinan untuk level Support tersebut tertembus, dan IHSG memasuki masa-masa bearish?

Sebelum kita jawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya kita ingat-ingat kembali.

Pertama, bahwa IHSG adalah indeks harga komposit. Artinya pergerakan IHSG adalah gabungan dari pergerakan 600 lebih saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Kedua, karena sifatnya yang adalah harga komposit, pergerakan saham per saham bisa berbeda dengan pergerakan IHSG. Di saat IHSG naik, tetap saja ada saham-saham yang turun. Dan ketika IHSG turun, tentu saja ada saham-saham yang naik.

Ketiga, kita tidak bisa trading dan investasi di IHSG. Kita hanya bisa punya posisi di saham per saham. Sehebat apa pun kenaikan IHSG, kalau kita memegang saham-saham yang salah, hasilnya tetap saja rugi.

Itulah sebabnya, meskipun memantau pergerakan IHSG memang penting. Namun yang jauh lebih penting adalah mencermati chart saham per saham. Karena di situlah sumber profit kita sebagai investor. Bukan di IHSG. Jangan salah fokus!

Nah, kembali ke pertanyaan kita di awal tadi. Lalu bagaimana arah IHSG ke depannya?

Yang jelas, sebagai investor, kita harus bersiap terhadap kemungkinan terburuk.

Kemungkinan IHSG untuk turun menembus level 6400 tetap ada. Meskipun sejauh ini level Support tersebut masih kuat bertahan.

Dan walaupun IHSG (misalnya) turun, bukan berarti tidak ada kemungkinan untuk kita mengeruk profit. Peluang itu tetap ada. Karena sampai sore kemarin pun, masih ada saham-saham memunculkan sinyal Buy.

Terutama di saham-saham consumer goods, yang dari tahun ke tahun, selalu mendapatkan sentimen positif menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Untuk daftar lengkapnya...

[Market Watchlist] 2 Mei 2019

Mau dikirim kemana?

"Rahasia FAKTOR-X di Bursa Efek Indonesia" terdiri dari 4 video berseri. Sangat disarankan untuk Anda download, agar lebih nyaman dipelajari. GRATIS!

Mau dikirim kemana?

"Rahasia FAKTOR-X di Bursa Efek Indonesia" terdiri dari 4 video berseri. Sangat disarankan untuk Anda download, agar lebih nyaman dipelajari. GRATIS!