Inilah 6 Kriteria Saham Pilihan Warren Buffett!

Anda pernah dengar nama "Warren Buffet"?

(Of course, who doesn't? Pertanyaan macam apa ini?! Hehehe)

Warren Buffet didaulat sebagai investor paling sukses di dunia. Yang mengumpulkan kekayaan hingga 87 Milyar USD (per Agustus 2018), dengan cara berinvestasi Bursa Saham.

Pertanyaannya: Bagaimana cara beliau melakukan analisis? Sehingga saham-saham pilihannya mampu memberikan imbal hasil yang begitu luar biasa?

Secara umum, ada 6 kriteria saham pilihan Warren Buffet...

Mari kita bahas satu per satu... 

1) Return on Equity (ROE)

Inilah kriteria pertama yang dilihat oleh Mr.Buffet saat melakukan analisis saham dan perusahaan.

Perusahaan yang memiliki ROE tinggi berarti perusahaan yang efektif dalam menjalankan usahanya dan memberikan keuntungan bagi para pemegang saham.

Semakin tinggi ROE, semakin baik.

2) Debt to Equity Ratio (DER)

Mr.Buffet tidak begitu menyukai perusahaan yang banyak hutang. Semakin sedikit hutang, akan semakin baik. Karena hutang akan membebani operasional perusahaan dan membuat bisnis menjadi lebih berisiko.

Semakin rendah DER, semakin baik.

3) Profit Margin

Profit Margin berkaitan dengan keuntungan perusahaan. Semakin tinggi Profit Margin-nya, berarti perusahaan itu semakin menguntungkan.

Semakin tinggi Profit Margin, semakin baik.

4) BUKAN Perusahaan Komoditas

Yang ini ada hubungannya dengan Profit Margin.

Karena perusahaan komoditas tidak punya kendali atas harga produknya. Sehingga satu-satunya cara untuk menjaga Profit Margin adalah dengan menurunkan Cost.

Sayangnya, menurunkan Cost juga ada batasnya. Karena bisnis nggak mungkin berjalan tanpa Cost.

Kalau harga komoditas sedang turun, maka cepat atau lambat perusahaan akan merugi. Sebab hasil penjualan produknya tidak bisa menutupi Cost.

(Inilah yang dialami oleh banyak perusahaan komoditas seperti tambang, minyak dan gas sepanjang tahun 2011-2015 kemarin)

Inilah yang tidak disukai oleh Mr.Buffet.

5) Punya Rekam Jejak Minimal 10 Tahun

Mr.Buffet mencari perusahaan yang:

  • ROE-nya selalu meningkat dari tahun ke tahun
  • DER-nya semakin kecil dari tahun ke tahun
  • Profit Margin-nya semakin besar dari tahun ke tahun

Dan perhitungannya bukan cuma 2-3 tahun saja. Tapi harus konsisten selama 10 tahun ke belakang.

6) Harga Sahamnya 25% Lebih Rendah daripada Nilai Intrinsik

Meskipun memenuhi semua kriteria sebelumnya, Mr.Buffet tidak mau membeli saham yang sudah mahal. Dan murah atau mahal, itu dihitung dari Nilai Intrinsik.

Kalau begitu, bagaimana cara menentukan Nilai Intrinsik?

This is the tricky part.

Karena bagian ini juga masih menjadi rahasia yang masih disimpan oleh Mr.Buffet. Tentang bagaimana cara beliau menentukan Nilai Intrinsik.

Sedangkan di dunia FA sendiri juga belum ada kata sepakat tentang ini.

Karena untuk menentukan Nilai Intrinsik, kita nggak boleh cuma melihat dari Laporan Keuangan.

Kita juga harus mempertimbangkan situasi perusahaan, kondisi manajemen, persaingan bisnis, pangsa pasar, kelangsungan usaha, keadaan ekonomi, peraturan pemerintah, dll.

Ada terlalu banyak faktor yang dapat mempengaruhi sebuah bisnis dan Nilai Intrinsiknya.

Dan yang lebih parahnya lagi, di era globalisasi seperti sekarang, faktor-faktor ini juga dapat berubah dengan cepat.

Sehingga Nilai Intrinsik yang sudah capek-capek kita hitung, dapat berubah begitu saja dalam sekejap.

Inilah yang membuat Fundamental Analysis begitu sulit, rumit dan kompleks.

Itulah sebabnya para Investor Institusi, Fund Manager dan Perusahaan Investasi, memiliki tim riset khusus untuk melakukan Fundamental Analysis. Yang anggota timnya bisa sampai belasan orang.

Kenapa perlu orang sebanyak itu?

Ya karena banyaknya saham yang harus dianalisis, ditambah perubahan dunia yang begitu cepat, membuat Fundamental Analysis mustahil untuk dilakukan seorang diri!

Tim riset ini secara khusus melakukan analisis perusahaan, untuk dijadikan bahan dalam mengambil keputusan Buy/Sell bagi Fund Manager.

Wah, kalau gitu kita yang jadi trader/investor retail gimana dong?

Kita cuma sendiri, mana sanggup melawan mereka yang kerjanya "keroyokan" kayak gitu?

This is the good part...

Kalau Anda sudah membacanya sampai sejauh ini... Congratulation!

Karena Anda akan tahu sesuatu yang nggak diketahui oleh 99% trader/investor di Indonesia...

Ini rahasianya...

Kita sebenarnya nggak perlu repot-repot melakukan Fundamental Analysis. 🙂

Loh... Koq, bisa?

Ya karena sudah ada yang melakukan FA untuk kita. Jadi ngapain kita repot-repot analisis lagi? Hehehe

Siapa? Ya mereka-mereka itu. Para Investor Institusi, Fund Manager dan Perusahaan Investasi. 🙂

Mereka punya dana lebih besar, akses informasi yang lebih luas, dan tim riset yang "otak gabungan"-nya jauh lebih mumpuni daripada kita seorang diri.

Sehingga apa pun berita dan informasi yang beredar di luar sana, dan bagaimana efeknya terhadap Nilai Intrinsik (dan harga saham), semuanya sudah mereka perhitungkan dengan cermat dan matang.

Mereka dan tim riset-nya sebenarnya telah melakukan FA untuk kita.

Itulah sebabnya mereka disebut "Smart Money".

Kalau ada berita dan info yang dampaknya positif bagi suatu saham, mereka akan Buy saham tersebut. Begitu juga kalau dampaknya negatif, mereka akan Sell.

Kita sebagai trader/investor retail, sudah tidak perlu repot melakukan FA. Kita tinggal mengikuti gerakan mereka saja.

Follow the Money! 🙂

Dan gerakan mereka ini sebenarnya terlihat koq di market.

Ada pola-polanya, berulang dan terjadi di semua saham.

Kalau begitu bagaimana cara melihatnya?

Nah, disinilah fungsi Technical Analysis (TA).

Semua pola dan gerakan "Smart Money" dapat kita lihat dan amati dengan menggunakan berbagai indikator dan teknik TA.

Jadi TA itu bukan nujum. Bukan Cenayang. Bukan ilmu meramal harga saham.

TA sebenarnya adalah analisis untuk melihat arah dan pergerakan "Smart Money" di market.

Dan TA itu sebenarnya nggak terlalu sulit untuk dipelajari. Nggak seperti FA yang perlu menganalisis banyak faktor-faktor ekonomi dan bisnis.

TA dapat dipelajari dengan cepat, asalkan kita sudah memahami prinsip-prinsip dasarnya.

Ah... Masa iya sih trading bisa segampang itu?

Good question!

Uhm... Nggak sih...

Trading memang nggak segampang itu. Kalau trading itu gampang, pasti kita semua sudah jauh lebih kaya daripada sekarang. Hehehe

Karena "Smart Money" ini juga nggak mungkin tinggal diam. Mereka nggak mungkin membiarkan gerakannya diikuti setiap saat oleh trader/investor seperti kita.

They are SMART Money!

Mereka melakukan berbagai macam cara dan intrik di "belakang layar", untuk menutupi aksi mereka.

Bahkan sampai menipu dan membohongi kita. Membiarkan kita tetap bodoh. Dan membuat kita tetap rugi..

Makanya kita juga nggak boleh kalah cerdas. Karena sebenarnya ada sesuatu yang dapat kita manfaatkan untuk melawan mereka.

Lain kali kita bahas lagi tentang ini.

Sementara ini sampai disini dulu.

By the way... Semua prinsip-prinsip dasar TA, semua rahasia-rahasia pergerakan "Smart Money" ini, akan kita bahas di IDXchart Premium Membership.

Dapatkan Market Update IHSG Hari Ini... 

Langsung ke inbox Anda, GRATIS!