Resesi Ekonomi dan Arah IHSG Berikutnya…

IHSG hari ini, 10 September 2020, ditutup anjlok -257 point (-5.01%), sebagai imbas dari pengumuman tentang PSBB Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan kemarin malam.

Tentu saja, pemberlakukan kembali PSBB ini juga akan langsung menghentikan kegiatan perekonomian di berbagai sektor.

Lalu apa hubungannya dengan IHSG dan Bursa Saham?

Seperti yang kita ketahui, Jakarta sebagai ibu kota negara dan pusat kegiatan ekonomi terbesar di Indonesia, menyumbangkan sekitar 20% dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Itu artinya, dengan terhentinya perputaran roda ekonomi di Jakarta, maka hampir dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal 3 ini akan negatif. Dan Indonesia akan resmi memasuki masa resesi.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Bagaimana pergerakan IHSG kedepannya? Apakah masih ada peluang untuk profit? Sebagai trader dan investor, bagaimana strategi kita menghadapi resesi ini?

Resesi Ekonomi ≠ Krisis Ekonomi

Pertama-tama, mari kita luruskan satu hal.

Resesi ekonomi TIDAK SAMA dengan krisis ekonomi. Dan yang tidak banyak orang tahu, ada perbedaan besar diantara keduanya.

Itulah sebabnya banyak orang panik dan ketakutan ketika dikabarkan bahwa Indonesia akan mengalami resesi. Karena dalam bayangan mereka, resesi berarti krisis. Padahal tidak!

Jika kita berkaca dari kasus-kasus di masa lalu. Sepanjang sejarah perekonomian global, krisis ekonomi selalu disebabkan oleh faktor-faktor internal.

Sebut saja krisis 1998, yang disebabkan karena ketidakstabilan politik. Atau krisis 2008, yang disebabkan oleh sub-prime mortgage. Kedua contoh tersebut adalah krisis yang disebabkan oleh faktor-faktor internal. Karena sistem politik dan ekonominya yang memang bermasalah.

Sedangkan resesi kali ini, bukan disebabkan oleh sistem ekonomi dan politik kita yang bermasalah. Secara politik memang ada gesekan. Tapi itu kan masalah orang-orangnya, bukan masalah sistemnya.

Secara fundamental, saham-saham di Bursa Efek Indonesia sebenarnya baik-baik saja. Masalahnya justru datang dari luar. Dari sebuah “bencana alam” yang disebut Pandemi COVID-19.

Imbasnya adalah akan ada penurunan pendapatan, karena memang ada kegiatan ekonomi yang dipaksa untuk berhenti. Tapi secara internal, sebenarnya masih banyak perusahaan yang fundamentalnya kuat.

Dan kalau kita membaca sejarah, ekonomi yang terpuruk karena faktor-faktor eksternal (misalnya bencana alam), biasanya dapat pulih dengan cepat.

Itulah sebabnya banyak analis dan ekonom yang optimis, bahwa perekonomian akan segera membaik, begitu kita dapat mengatasi masalah Pandemi COVID-19 ini.

Lalu Bagaimana Dengan IHSG?

Tentang IHSG ini sebenarnya juga sudah sempat kita bahas bulan kemarin di posting yang ini.

Tapi sebagai update, mari kita cermati kembali chart IHSG di bawah ini…

Analisis Teknikal IHSG per 10 September 2020 by IDXchart on TradingView.com

Di atas adalah chart harian IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), per hari ini, 10 September 2020.

Pada chart tersebut, juga masih ada tarik-tarikan garis Support/Resistance yang kita lakukan bulan kemarin. Garis yang persis sama (karena memang tidak saya hapus).

Jika kita lihat kembali chart IHSG di atas. Dengan tertembusnya Support psikologis 5000, maka besar kemungkinan IHSG akan terus melemah ke 4700-4800.

Dan jika Support yang ini tertembus, maka kita harus bersiap-siap untuk IHSG melanjutkan pelemahan hingga 4400-4500. Yang adalah Support kuat berikutnya. Support yang sudah beberapa kali menahan kejatuhan IHSG sejak bulan April kemarin.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Strategi Menghadapi Resesi

Seperti yang sudah-sudah. Dan seperti yang selalu kita lakukan selama ini. Stick to your Trading Plan!

Karena itulah gunanya kita punya Trading Plan. Supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan, di berbagai kondisi market. Entah itu di kala market-nya naik, maupun ketika market-nya turun (seperti sekarang).

Kalau ada sinyal beli, ya beli. Kalau ada sinyal jual, ya kita jual. Jangan melawan trend. Jangan tergoda oleh harga yang kelihatannya sudah “murah”. Sekali lagi, stick to your Trading Plan!

Trader yang kebingungan, dan investor yang ketakutan, adalah mereka-mereka yang memang tidak punya Trading Plan. Sehingga mereka tidak tahu, harus bagaimana menghadapi situasi seperti saat ini.

Btw, sudah beberapa hari ini Market Watchlist kita mengeluarkan sinyal SELL. Bahkan sinyal SELL di chart IHSG sudah muncul sejak minggu kemarin. Ini adalah isyarat supaya kita menjauhi market untuk sementara waktu.

Kapan kita boleh masuk lagi? Ya kalau sudah ada sinyal BUY. Selama belum ada sinyal BUY, lebih baik kita wait and see dan menunggu moment yang tepat.

Ingat, kesabaran adalah senjata utama seorang pemburu. Pelaut yang handal tahu kapan saatnya berlayar, dan kapan saatnya berhenti dan menurunkan jangkar. 🙂

Sembari menunggu saat yang tepat, ada baiknya kita melihat-lihat kembali (dan belajar lagi) materi-materi yang ada di TRANSIT Investing™ Masterclass.

Karena ini adalah momentum yang paling tepat, untuk kita melakukan evaluasi terhadap Trading Plan dan hasil trading kita selama ini.

Sehingga nanti, ketika sudah tiba waktunya untuk kita kembali masuk ke market, kita akan jauh lebih siap untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada. 🙂

Kami Menggunakan TradingView

Seluruh analisis teknikal yang ada di website IDXchart.com dibuat dengan menggunakan TradingView. Sebuah cloud-based charting tool terbaik bagi para trader dan investor Indonesia!

Dengan menggunakan TradingView, Anda dapat melakukan analisis dari komputer desktop, laptop, bahkan dari tablet dan Handphone (Android maupun iOS).

Nikmati fasilitas FREE Trial 30-hari, dengan meng-klik banner di bawah ini…