The Snowball: Kisah Sukses Warren Buffett (Bag. 1) - Kehidupan Masa Kecil

The Snowball: Kisah Sukses Warren Buffett adalah artikel berseri yang disadur dan dirangkum dari buku yang berjudul sama, The Snowball: Warren Buffett And The Business of Life. Sebuah biografi Warren Buffett yang ditulis oleh Alice Schroeder.

Kalau Anda tidak punya waktu untuk membaca buku setebal 800 halaman (versi Bahasa Inggris), semoga artikel berseri ini dapat membantu Anda mendapatkan poin-poin utama dan intisari dari buku tersebut.

Latar Belakang Keluarga Warren Buffett

Warren Edward Buffett dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1930. Kurang lebih sekitar 10 bulan setelah kejadian yang dikenal sebagai "Black Tuesday" (Selasa Kelam) tahun 1929.

Sekedar informasi saja. Tragedi Black Tuesday terjadi pada tanggal 29 Oktober 1929, dimana bursa saham Amerika Serikat mengalami market crash. Dan Down Jones Industrial Average turun lebih dari 23% dalam waktu hanya 2 hari saja.

"Black Tuesday" ini adalah sebuah kejadian yang menjadi awal dimulainya masa depresi berkepanjangan "Great Depresion". Dimana perekonomian Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi yang sangat parah.

Pemecatan dan pengangguran terjadi dimana-dimana. Angka pengangguran naik hingga 25%. Pabrik-pabrik berhenti beroperasi. Lokasi tambang, lahan pertanian dan peternakan juga ditutup. Semuanya karena harga jual tidak menutupi ongkos produksi.

Dan tepat di situasi dan kondisi seperti itulah, seorang Warren Buffett lahir dan dibesarkan!

Ayahnya, Howard Buffett, adalah seorang pialang saham (stockbroker) yang bekerja di Union State Bank. Dan ketika Bank tersebut gulung tikar pada bulan Agustus 1931, beliau dan dua orang rekannya memutuskan untuk membuka perusahaan sekuritas mereka sendiri.

Sebuah keputusan yang luar biasa berani. Mengingat pada tahun 1931, krisis ekonomi Amerika Serikat sebenarnya belum berakhir. Dan keadaan sepertinya semakin susah dari hari ke hari.

Tapi anehnya, meski kondisinya sesulit itu, Howard Buffett tetap dapat menjalankan perusahaannya dengan baik.

Karena beliau fokus pada jenis investasi yang aman dan menguntungkan. Misalnya saham-saham perusahaan Utilites (perusahaan air leding, perusahaan listrik, dan sejenisnya).

Berbeda dengan di Indonesia, dimana perusahaan listrik dan air dikuasai oleh Negara (via PLN dan PDAM). Di Amerika Serikat, persoalan listrik dan air dikuasai oleh perusahaan swasta, yang sahamnya boleh dibeli oleh umum (perusahaan publik).

Dan saham-saham itulah yang difokuskan oleh Howard Buffett!

Kehidupan Masa Kecil Warren Buffett

Dalam buku The Snowball, Warren Buffett menceritakan masa kecilnya…

“When I was a kid, I got all kinds of good things. I had the advantage of a home where people talked about interesting things, and I had intelligent parents and I went to decent schools. I don’t think I could have been raised with a better pair of parents. That was enormously important. I didn’t get money from my parents, and I really didn’t want it. But I was born at the right time and place. I won the ‘Ovarian Lottery’.”

– Warren Buffett

"Ketika saya kecil, saya mendapatkan banyak hal-hal yang baik. Saya tinggal di rumah dimana orang-orangnya membicarakan tentang banyak sekali hal yang menarik. Dan saya memiliki orang tua yang cerdas, serta saya masuk ke sekolah yang baik. Saya tidak berpikir saya dapat dibesarkan oleh orang tua yang lebih baik daripada kedua orang tua saya sendiri. Saya memang tidak mendapatkan warisan harta dari mereka, dan saya juga tidak menginginkannya. Tapi saya dilahirkan pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat pula. Saya telah memenangkan 'Undian Indung Telur' (Ovarian Lottery)."

Ketika Warren Buffett masuk TK, pada umur 6 tahun, minat dan kegemarannya selalu berhubungan dengan angka.

Hadiah favoritnya adalah sebuah Stopwatch, yang selalu beliau pakai dan gunakan kemana-mana.

Dan ketika beliau masih SD kelas 1 (first grade), pada tahun 1936, beliau dan temannya menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat mobil yang lalu lalang di jalanan. Di pinggir jalan itu, Warren Buffett akan mencatat plat nomor mobil-mobil yang lewat. Semuanya dicatat dengan rapi, kolom demi kolom.

Sekilas memang kelihatan sangat "kurang kerjaan". Tapi Warren Buffett kecil memang suka sekali semua kegiatan yang berhubungan dengan angka dan hitung-hitungan.

Saat beliau kelas 5 SD (5th grade), Warren Buffett sibuk menghafal fakta-fakta di ensiklopedia World Alamanac, dan mengahafal statistik para pemain Baseball.

Di sekitar umur yang sama, bibinya, Alice, memperkenalkan Warren Buffett kepada permainan kartu Bridge, yang sangat populer ketika itu. Permainan kartu inilah yang kelak menjadi passion beliau sepanjang hidupnya, hingga sekarang.

Bisnis Pertama Seorang Warren Buffett

Beliau juga sudah memulai usaha kecil-kecilan sejak sekolah. Pertama-tama dengan berjualan permen karet, yang beliau tawarkan ke teman-teman sekolah dan para tetangganya.

Dan hingga Warren Buffett menginjak usia 12 tahun, usaha tersebut telah berkembang. Dari yang semula hanya berjualan permen karet, sekarang Warren Buffett mulai menjual aneka rupa produk. Misalnya Coca Cola, koran (the Saturday Evening Post), majalah (Liberty), kacang-kacangan, popcorn, bahkan bola golf bekas.

Selain berjualan, Warren Buffett juga sering menghabiskan waktu di kantor ayahnya (Perusahaan sekuritas). Dimana beliau membaca berita dan laporan keuangan.

Pengalaman yang Merubah Hidup Warren Buffett

Pada ulang tahun beliau yang ke sepuluh tahun, Warren Buffett meminta hadiah ulang tahun kepada ayahnya, untuk diajak berjalan-jalan langsung ke gedung New York Stock Exchange (Bursa Efek New York).

Sebuah pengalaman yang ternyata merubah hidup beliau. Karena tepat pada saat itulah Warren Buffett memutuskan untuk menjadi kaya dan menjadi seorang milarder di usia 35 tahun.

Sebuah cita-cita yang sepertinya sangat muluk-muluk untuk seorang anak berusia 10 tahun. Mengingat pada saat itu Amerika Serikat (masih!) belum terbebas dari krisis ekonomi.

“Money could make me independent. Then I could do what I wanted to do with my life. And the biggest thing I wanted was to work for myself. I didn’t want other people directing me. The idea of doing what I wanted to do every day was important to me”.

– Warren Buffett

"Uang dapat membuat saya independen. Dan saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan dalam hidup. Dan hal terbesar yang saya inginkan adalah bekerja untuk diri saya sendiri. Saya tidak mau disuruh-suruh dna diperintah oleh orang lain. Ide untuk melakukan apa yang saya ingin lakukan setiap hari, adalah hal yang penting bagi saya."

Saham Pertama yang Dibeli oleh Warren Buffett

Saat menginjak usia 12 tahun, Warren Buffett telah menabung dan mengumpulkan uang sebanyak $120. Pada musim semi tahun 1942, beliau berpatungan dengan kakaknya, Doris, untuk membeli 3 lembar saham Cities Service.

Dan begitu Warren Buffett membeli saham tersebut di harga $38.25, saham tersebut ternyata turun hampir 30%, ke harga $27.

Yes! Warren Buffett sudah mengalami yang namanya saham nyangkut sejak umur 12 tahun! 🙂

Untungnya, ternyata saham Cities Service mengalami reversal (balik arah). Dan Warren Buffett langsung melakukan take profit di harga $40. Dengan total keuntungan sekitar $5 untuk dua orang kakak beradik tersebut.

Namun kelak, Warren Buffett kecil sangat terkejut. Karena ternyata saham Cities Service terus naik. Bahkan terbang dari harga $40 ke harga $202. Naik 5 kali lipat dalam waktu singkat!

Sebuah pengalaman yang sangat-sangat berharga, bagi seorang bocah berumur 12 tahun! 🙂

Properti Pertama yang Dibeli oleh Warren Buffett

Warren Buffet meneruskan usaha kecil-kecilannya hingga masuk ke sekolah menengah. Berjualan ini itu, dan aktif mencari cara untuk menghasilkan uang. Sehingga begitu mencapai usia 15 tahun, Warren Buffett sudah memiliki tabungan sebesar $2000.

Ketika ayahnya membeli sebuah lahan pertanian di Nebraska, Warren Buffett ikut juga membeli lahan pertanian di sekitaran daerah yang sama. Lahan pertanian tersebut dikelola oleh seorang buruh tani, dengan sistem bagi hasil.

Saat itu, penghasilan bulanan Warren Buffett adalah sekitar $175 per bulan. Ini bukan uang jajan dari orang tuanya! Ini adalah penghasilan bulanan dari berbagai bisnis dan usaha sampingan beliau. Jauh lebih besar daripada gaji bulanan para guru di sekolahnya.

Warren Buffett terus mengembangkan berbagai usaha sampingan. Mulai dari menjual koleksi perangko, membuka usaha salon mobil, membeli wahana permainan mesin pin ball, dan sebagainya.

Dan ketika beliau lulus sekolah menengah pada tahun 1947 (btw, beliau masuk ranking 16 dari total 350 murid), Warren Buffett sudah punya simpanan sebesar $5000.

Pada waktu itu, uang tabungan tersebut cukup untuk membeli sebuah rumah ukuran sedang. Dan saat itu beliau baru berusia 17 tahun!

Rahasia Kesuksesan Warren Buffett yang Sebenarnya

Boleh dikatakan, The Snowball adalah salah satu buku yang merubah hidup saya. Karena dari buku ini, saya belajar tentang rahasia kesuksesan Warren Buffett yang sebenarnya.

Rahasia yang luput dari perhatian kebanyakan orang. Rahasia yang tidak banyak dibicarakan oleh "para pakar" di luaran sana. Dari artikel ini saja, mungkin Anda sudah bisa mengira-ngira apa rahasia tersebut.

Namun jika Anda ingin tahu lebih lanjut, saya sudah buatkan video khusus. Dimana kita akan bahas semuanya (termasuk logika dibalik strategi investasinya)…