The Snowball: Kisah Sukses Warren Buffett (Bag. 6) - Kesalahan dan Kegagalan

The Snowball: Kisah Sukses Warren Buffett adalah artikel berseri yang disadur dan dirangkum dari buku yang berjudul sama, The Snowball: Warren Buffett And The Business of Life. Sebuah biografi Warren Buffett yang ditulis oleh Alice Schroeder.

Kalau Anda tidak punya waktu untuk membaca buku setebal 800 halaman (versi Bahasa Inggris), semoga artikel berseri ini dapat membantu Anda mendapatkan poin-poin utama dan intisari dari buku tersebut.

Untuk membaca bagian sebelumnya...

Warren Buffett Terlibat Kasus Manipulasi Harga

Di awal tahun 1975, Securities and Exchange Commision (Otoritas Jasa Keuangan di Amerika Serikat) memulai investigasi mengenai sebuah transaksi bisnis yang dilakukan oleh Blue Chip Stamps. Charlie Munger dan Warren Buffett pun menjadi target operasi penyelidikan tersebut.

Blue Chip Stamps terindikasi melakukan manipulasi harga atas transaksi pembelian saham Wesco Financial, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang simpan pinjam (semacam BPR). Wesco Financial adalah sebuah perusahaan publik, yang sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE).

Warren Buffett dan Charlie Munger terindikasi melakukan serangkaian intrik dan konflik manajemen, supaya harga saham Wesco Financial jatuh dan turun signifikan. Dan ketika harganya jatuh, mereka berdua menggunakan kesempatan itu untuk membeli dan "menampung" saham Wesco Financial di harga bawah.

Untungnya penyelidikan ini berjalan dengan lancar, dan tidak ditemukan bukti adanya manipulasi pasar maupun perdagangan orang dalam (insider trading). Namun sebagai akibatnya, Blue Chip Stamps harus membayar denda sebesar $115 ribu.

Setelah penyelidikan tersebut dinyatakan selesai, Warren Buffett dan Charlie Munger memutuskan untuk menyederhanakan struktur perusahaan mereka. Berkshire Hathaway dan Diversified Retailing di-merger menjadi satu perusahaan. Sementara Blue Chip Stamps hanya akan membawahi perusahaan-perusahaan yang bukan pesaing langsung Berkshire Hathaway.

Pada saat yang bersamaan, GEICO, perusahaan asuransi yang dibeli oleh Warren Buffett ketika beliau masih bekerja di Graham-Newman, mengalami masalah internal yang serius. Namun ketika GEICO mengangkat CEO yang baru, Warren Buffett sangat terkesan dan mulai memborong saham GEICO setiap kali ada kesempatan.

Warren Buffett dan Charlie Munger Resmi Bergabung

Saat Berkshire Hathaway dan Diversifed Retailing selesai melakukan merger, Warren Buffett dan Charlie Munger bersama-sama mengendalikan aset senilai setengah miliar dollar.

Pada saat itu, ekonomi Amerika Serikat tengah dilanda resesi, dan kelihatannya hanya mereka berdua saja yang masih optimis tentang masa depan ekonomi dunia (pada saat itu).

Pada tahun 1983, Berkshire Hathaway secara resmi mengakuisisi Blue Chip Stamps. Dan Charlie Munger diangkat sebagai wakil komisaris utama di Berkshire Hathaway.

Inilah tepatnya dimana saat dua orang sahabat lama, yang saling memiliki tiga perusahaan yang berbeda, akhirnya bersatu di bawah satu atap: Berkshire Hathaway (yang masih berlangsung hingga sekarang).

Filosofi Bisnis Warren Buffett

Secara umum, filosofi bisnis Warren Buffett dalam menjalankan Berkshire Hathaway tertuang dalam paragraf berikut ini…

“Although our form is corporate, our attitude is partnership. We do not view the company as the ultimate owner of our business assets, but, instead view the company as a conduit through which our shareholders own the assets. Regardless of price, we have no interest at all in selling any good businesses that Berkshire owns, and are very reluctant to sell sub-par businesses as long as we expect them to generate at least some cash and as long as we feel good about their managers and their labor relations.”

– Warren Buffett and Charlie Munger in Berkshire’s 1983 annual report

"Meskipun kita membentuk sebuah badan usaha, namun sikap kami adalah kemitraan. Kami tidak memandang perusahaan ini sebagai pemilik dari sejumlah aset bisnis, melainkan sebuah saluran dimana pemegang saham lah yang menjadi pemiliknya. Berapa pun harganya, kami tidak akan menjual perusahaan bagus yang dimiliki oleh Berkshire. Dan meskipun perusahaan tersebut biasa-biasa saja, kami juga tidak akan menjualnya selama perusahaan tersebut masih menghasilkan laba, dan manajemennya masih bagus."

Pada akhir tahun 1983, kekayaan bersih Warren Buffett telah berkembang menjadi $680 juta. Sebuah peningkatan yang sangat signifikan, mengingat 5 tahun sebelumnya kekayaan beliau "hanya" sekitar $89 juta.

Sampai disini, Warren Buffett berencana memasuki pensiun untuk yang kedua kalinya, dan sebenarnya ingin fokus pada kegiatan sosial (philantropic).

Namun karena kesibukan yang masih belum dapat ditinggalkan, sementara permintaan sumbangan semakin banyak (karena beliau sudah semakin terkenal). Warren Buffett akhirnya mendirikan sebuah yayasan amal, The Buffett Foundation. Yang pada saat itu mengelola aset sekitar $720 ribu, dan menyalurkan sekitar $40 ribu per tahun untuk kegiatan pendidikan.

Sepak Terjang Warren Buffet Berikutnya

Meskipun berencana untuk pensiun, namun ternyata Warren Buffett malah semakin ambisius dalam melakukan akuisisi perusahaan dan berinvestasi. Sepanjang dekade 1980an, Warren Buffett menolak untuk berhutang dan langsung membeli setiap perusahaan secara tunai (cold hard cash).

Warren Buffett pernah menjadi peyandang dana saat Capital Cities Communications hendak mengakuisisi American Broadcasting Company (ABC). Transaksi ini sempat menghebohkan dunia investasi dan keuangan di Amerika Serikat. Karena Capital Cities berhasil "mencaplok" ABC yang besarnya 4 kali lipat!

Transaksi demi transaksi yang dilakukan oleh Warren Buffett mengalami kesuksesan. Dalam 5 tahun, saham Berkshire Hathaway yang tadinya hanya berada di kisaran harga $7,5 per lembar, melesat naik dan "terbang tinggi" hingga ke harga $2000 per lembar saham.

Sekali lagi, itu di tahun 1985. Kini jika kita membuka chart harga saham terkini, harga saham Berkshire Hathaway sudah mencapai $325.000,- per lembar.

Meski harga saham BRK.A sudah semahal itu, namun Warren Buffett menolak untuk melakukan stock-split.

Bisnis Warren Buffett yang Sukses (dan yang Gagal!)

Keberhasilan demi keberhasilan yang dialami oleh Warren Buffett telah menjadikan beliau seperti layaknya selebritis. Sebagai akibatnya, banyak pihak yang berusaha menggandeng Warren Buffett sebagai mitra dan partner dalam berbagai transaksi bisnis dan pembelian perusahaan. Berbagai macam tawaran bisnis dan investasi pun berdatangan dari segala penjuru.

Sebagai contohnya. Di tahun 1986, ketika John Gutfreund, CEO dari Salomon Brothers, tengah menghadapi ancaman Corporate Raiding, beliau menghubungi Warren Buffett dan memintanya menyelamatkan perusahaan investasi tersebut.

Warren Buffett setuju, dan menyuntikkan dana sebesar $700 juta untuk membeli saham preferen Salomon Brother dengan "garansi dividen" sebesar 9% setahun. Dari transaksi ini saja, Warren Buffett mendapatkan pemasukan lebih dari $63 juta per tahun.

Contoh lainnya adalah ketika Warren Buffett mulai membeli saham Coca Cola di tahun 1987, tepat setelah kejatuhan bursa saham di tahun yang sama. Total investasi beliau di Coca Cola pada saat itu mencapai $600 juta. Dan dalam waktu satu tahun, investasi tersebut sudah berkembang dua kali lipat menjadi $1,2 milyar!

Meskipun sebenarnya tidak semua investasi Warren Buffett akhirnya sukses luar biasa. Contohnya adalah investasinya di US Air, sebuah perusahaan maskapai penerbangan yang nyaris bangkrut.

Ketika ditanya, seandainya Warren Buffett dapat mengulangi semua kejadian di masa hidupnya, maka apa yang akan dilakukannya secara berbeda?

“I would really do almost exactly what I have done except I wouldn’t have bought US Air”.

– Warren Buffett

"Saya akan melakukan semuanya persis sama seperti yang telah saya lakukan sebelumnya, kecuali satu hal: Saya tidak akan membeli US Air."

Rahasia Kesuksesan Warren Buffett yang Sebenarnya

Boleh dikatakan, The Snowball adalah salah satu buku yang merubah hidup saya. Karena dari buku ini, saya belajar tentang rahasia kesuksesan Warren Buffett yang sebenarnya.

Rahasia yang luput dari perhatian kebanyakan orang. Rahasia yang tidak banyak dibicarakan oleh "para pakar" di luaran sana. Dari artikel ini saja, mungkin Anda sudah bisa mengira-ngira apa rahasia tersebut.

Namun jika Anda ingin tahu lebih lanjut, saya sudah buatkan video khusus. Dimana kita akan bahas semuanya (termasuk logika dibalik strategi investasinya)…