The Snowball: Kisah Sukses Warren Buffett (Bag. 8) - Investor Terkaya di Dunia!

The Snowball: Kisah Sukses Warren Buffett adalah artikel berseri yang disadur dan dirangkum dari buku yang berjudul sama, The Snowball: Warren Buffett And The Business of Life. Sebuah biografi Warren Buffett yang ditulis oleh Alice Schroeder.

Kalau Anda tidak punya waktu untuk membaca buku setebal 800 halaman (versi Bahasa Inggris), semoga artikel berseri ini dapat membantu Anda mendapatkan poin-poin utama dan intisari dari buku tersebut.

Untuk membaca bagian sebelumnya...

Bagaimana Warren Buffett "Mengendalikan" Harga Saham

Di tahun 2000, terjadi apa yang saat ini disebut sebagai "dot-com bubble burst". Dimana harga saham-saham perusahaan teknologi dan perusahaan internet berjatuhan.

Dan penurunan yang tadinya hanya terjadi di saham-saham sektor teknologi, ternyata merembet juga ke saham-saham sektor lainnya. Tidak terkecuali saham Berkshire Hathaway. Yang turun hampir 50% di bulan Maret 2000.

Padahal seperti yang kita tahu, Warren Buffett sangat menghindari perusahaan-perusahaan teknologi. Dan saat itu Berkshire Hathaway sama sekali tidak memiliki saham di perusahaan teknologi apa pun. Tapi karena market secara keseluruhan memang turun, maka mau tidak mau harga saham BRK-A juga ikut terseret.

Hal ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Warren Buffett. Yang melihat kejadian ini seperti sebuah peluang. Karena ada begitu banyak perusahaan yang bagus, yang tidak ada hubungannya dengan teknologi, tapi harganya terus turun karena market-nya sedang bearish.

Dan tentu saja, menurut Warren Buffett, perusahaan terbaik di dunia adalah perusahaannya sendiri, Berkshire Hathaway. Itulah sebabnya, tidak lama berselang, Warren Buffett mengumumkan, bahwa Berkshire Hathaway akan melakukan Buyback (pembelian kembali) saham-saham yang ada di bursa.

Pengumuman ini langsung meningkatkan kepercayaan investor pada Berkshire Hathaway. Karena kalau Warren Buffett sudah mengumumkan akan membeli suatu saham, itu artinya saham itu sudah murah!

Saham Berkshire Hathaway langsung mengalami rebound, naik 24% dalam waktu semalam. Dan dalam beberapa bulan, harga sahamnya sudah kembali "normal".

Di tahun yang sama, selain saham Berkshire Hathaway, Warren Buffett juga membeli 7 perusahaan lainnya. Semuanya dengan harga yang luar biasa murah. Sangking murahnya, meskipun sudah membeli 7 perusahaan secara tunai (cold hard cash), Berkshire Hathaway masih memiliki milyaran dollar uang tunai yang "menganggur begitu saja".

Warren Buffett dan Kegiatan Sosial

Seperti halnya semua bisnis. Perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh Warren Buffett juga mengalami pasang surut.

Namun di tahun 2006, saham Berkshire Hathaway (BRK-A) menjadi saham pertama di Amerika Serikat, yang harganya menembus $100.000 per lembar saham. Dan dalam waktu setahun, di tahun 2007, harga saham BRK-A masih saja terus naik, menjadi $140.000 per lembar saham!

Pada saat itu, Warren Buffett sudah berusia 76 tahun. Dan mulai berpikir untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan sosial.

Dan di tahun 2010, Warren Buffett menyatakan bahwa 99% kekayaannya akan disumbangkan ke Bill and Mellinda Gates Foundation.

"It was clear that Bill Gates had an outstanding mind with the right goals, focusing intensely with passion and heart on improving the lot of mankind around the world without any regard to gender, religion, color or geography. He was just doing the most good for the most people. So when the time came to make a decision on where the money would go, it was a simple decision."

– Warren Buffett

"Sebenarnya sudah jelas bahwa Bill Gates memiliki pemikiran yang luar biasa, dengan tujuan yang tepat. Berfokus sangat intens dengan kegairahan hati untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak di seluruh dunia. Dengan tanpa membeda-bedakan gender, agama, ras maupun letak geografis. Dia telah melakukan banyak hal yang baik kepada banyak orang. Maka ketika tiba saatnya untuk memutuskanr tentang kemana uang saya akan disumbangkan, keputusan itu tidak sulit."

Warren Buffett: Investor Terkaya di Dunia!

Di tahun 2008, pada usia 78 tahun, Warren Buffett didaulat sebagai orang terkaya di dunia oleh majalah Forbes. Mengalahkan kekayaan sahabatnya, Bill Gates. Yang sudah 13 tahun berturut-turut menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Sebuah gelar yang bagi mereka berdua tidak ada artinya. Karena hingga saat ini pun, keduanya masih sering bertemu, mengobrol dan bercengkrama sambil bermain kartu bridge bersama-sama.

Buku The Snowball diterbitkan pertama kali di tahun 2008, itulah sebabnya di buku tersebut, cerita tentang Warren Buffett berhenti sampai disini.

Ketika artikel ini ditulis (November 2019), harga saham Berkshire Hathaway (BRK-A) sudah mencapai $330.000 per lembar saham. Bayangkan selembar saham yang nilainya setara dengan rumah mewah seharga Rp.4,5 milyar!

Dan Warren Buffett masih bertahan di 3 besar (Top 3) deretan orang-orang terkaya di dunia.

Rahasia Kesuksesan Warren Buffett yang Sebenarnya

Boleh dikatakan, The Snowball adalah salah satu buku yang merubah hidup saya. Karena dari buku ini, saya belajar tentang rahasia kesuksesan Warren Buffett yang sebenarnya.

Rahasia yang luput dari perhatian kebanyakan orang. Rahasia yang tidak banyak dibicarakan oleh "para pakar" di luaran sana. Dari artikel ini saja, mungkin Anda sudah bisa mengira-ngira apa rahasia tersebut.

Namun jika Anda ingin tahu lebih lanjut, saya sudah buatkan video khusus. Dimana kita akan bahas semuanya (termasuk logika dibalik strategi investasinya)…