Waspada Resesi! Krisis 2008 akan terulang lagi?

“Apakah dalam waktu dekat akan terjadi krisis besar seperti tahun 2008?”

Demikian pertanyaan yang saya terima dari salah seorang member TRANSIT Investing™ Masterclass, senin siang kemarin.

Pertanyaan beliau termasuk sangat beralasan. Karena selama beberapa minggu belakangan ini, satu per satu negara-negara maju telah mengumumkan bahwa perekonomian mereka sudah resmi memasuki masa resesi.

Sebut saja mulai dari Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Italia, Jepang, Hongkong, hingga Korea Selatan.

Bahkan 2 negara tetangga kita, Singapura dan Filipina, juga sudah ikut mengumumkan berita buruk tersebut.

Tentu saja, berita seperti itu jelas memicu reaksi negatif (baca: ketakutan) dari para trader dan investor di Indonesia. Sebab perekonomian kedua negara tersebut memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan perekonomian Indonesia.

Kalau dua negara ASEAN sudah resmi memasuki masa resesi, bisa jadi negara-negara lain mungkin tinggal menunggu waktu saja. Demikian kira-kira logikanya.

Parahnya, reaksi ketakutan tersebut semakin diperburuk oleh berbagai pemberitaan di media massa. Serta narasi-narasi horor dari (mereka yang mengaku) pakar saham.

Dan memang bagi sebagian trader dan investor saham, keadaan market saat ini agak mirip-mirip dengan kondisi bursa di tahun 2008 silam. Terutama bagi mereka yang punya pengalaman dan sempat mengalami krisis tersebut.

Namun di sisi lain, saya melihat sesuatu yang sangat menarik. Terutama kalau kita membandingkan chart IHSG pada tahun 2008, dengan chart IHSG di tahun 2020 ini.

Sebuah chart yang dapat membantu kita memprediksi bagaimana pergerakan IHSG selama beberapa bulan ke depan. Atau bahkan selama beberapa tahun ke depan.

Untuk itu, silakan simak chart di bawah ini…

IHSG 2008 vs IHSG 2020 - Analisis Teknikal Saham IHSG

Di atas adalah chart harian IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), per hari ini, 12 Agustus 2020 (penutupan sesi pagi).

Dan untuk dapat melakukan perbandingan langsung (direct comparison), chart tersebut saya “timpa” dengan chart harian IHSG, ketika terjadi krisis ekonomi di tahun 2008 silam.

History Repeat Itself

Salah satu prinsip dasar ilmu Analisis Teknikal adalah: History Repeat Itself.

Yang artinya, sejarah itu berulang. Apa yang sudah terjadi di market pada masa lalu, akan kembali terjadi lagi di masa yang akan datang.

Meskipun pergerakannya tidak benar-benar sama persis, namun ada pola yang berulang disana. Pola-pola yang dapat kita amati, dan dapat kita jadikan bahan analisis.

Dan pola tersebut sudah dapat kita lihat bersama pada perbandingan chart IHSG di atas.

Mulai dari tajamnya penurunan di masa-masa awal kejatuhan dan krisis ekonomi. Berlanjut ke bagaimana pelan-pelan IHSG menjalani masa pemulihan (market recovery). Hingga akhirnya berhasil bangkit, dan melakukan rally panjang.

Krisisnya Justru Sudah Lewat

Mari kita lihat kembali perbandingan chart IHSG tersebut.

IHSG 2008 vs IHSG 2020 phase 1 - Analisis Teknikal Saham IHSG

Dengan asumsi bahwa pola yang terjadi pada IHSG di tahun 2008, akan kembali terjadi lagi di tahun 2020 ini. Itu artinya “krisis besar”-nya justru sudah lewat.

Karena kejatuhan IHSG pada bulan Februari dan Maret kemarin, ternyata polanya hampir sama dengan kejatuhan IHSG pada masa-masa awal krisis 2008.

Dari perbandingan chart IHSG di atas, dapat kita lihat bahwa IHSG di tahun 2020 ini justru sudah mantul. Dan saat ini kita sedang menjalani masa-masa pemulihan ekonomi.

Jadi boleh dikatakan, Market Reversal yang terjadi di akhir bulan Maret kemarin, sudah menandakan titik terendah (bottoming) IHSG di tahun 2020 ini.

Keadaan Kita Sekarang Mungkin Lebih Baik

Sekarang, coba perhatikan kembali perbandingan chart IHSG di bawah ini…

IHSG 2008 vs IHSG 2020 phase 2 - Analisis Teknikal Saham IHSG

Menilik bagaimana cara IHSG bangkit kembali di tahun 2008, lalu kita bandingkan dengan apa yang terjadi di tahun 2020 ini, akan tampak bahwa kondisinya sekarang mungkin lebih baik.

Pantulan IHSG yang terjadi di tahun 2020 ini, naiknya justru lebih tinggi daripada pantulan IHSG yang terjadi di tahun 2008 silam. Dan masa pemulihannya justru lebih stabil.

Di tahun 2008, masa-masa awal kebangkitan IHSG masih diwarnai oleh volatilitas market yang tinggi. Tanda-tandanya adalah terjadi pantulan-pantulan rebound yang tidak stabil, dengan kenaikan dan penurunan yang cenderung tajam dari hari ke hari.

Sedangkan di tahun 2020, kenaikannya cenderung lebih stabil. Tidak banyak terjadi kenaikan dan penurunan tajam yang tiba-tiba. Bahkan Support/Resistance yang terbentuk juga tampak lebih kuat.

Masih Ada Peluang Profit!

Sekarang mari kita perhatikan kelanjutan ceritanya…

IHSG 2008 vs IHSG 2020 phase 3 - Analisis Teknikal Saham IHSG

Tahun 2020 masih tersisa sekitar empat setengah bulan lagi. Namun dari perbandingan chart IHSG di atas, dapat kita simpulkan bahwa rally IHSG saat ini mungkin belum selesai.

Jika kita ukur secara satu banding satu, IHSG di tahun 2020 masih punya potensi penguatan sekitar 25% dari posisinya saat ini. Dengan target kenaikan di level 6000 sampai akhir tahun.

Itu artinya masih ada banyak sekali peluang untuk kita meraup profit dari bursa saham, setidaknya sampai dengan penghujung tahun 2020.

Kalau sampai saat ini kinerja portfolio dan trading Anda belum memuaskan, jangan khawatir! Manfaatkan pengetahuan dan informasi ini dengan baik.

Lakukan analisis pada chart saham per saham. Karena sampai hari ini pun, masih banyak saham-saham yang belum naik banyak. Dan yang sudah naik pun, ada kemungkinan masih bisa naik lebih tinggi lagi.

Bagaimana cara menganalisis chart saham per saham? Silakan simak kembali video-video yang ada di member area TRANSIT Investing™ Masterclass!

Apakah Resesi Ekonomi Indonesia Akan Terjadi?

Analisis ini tentu tidak lengkap, kalau kita tidak menjawab sebuah pertanyaan besar. Pertanyaan yang mungkin ada di benak Anda saat ini.

Bagaimana soal resesi ekonomi? Apakah kita juga akan mengalami resesi seperti negara-negara tetangga kita?

Jika melihat perbandingan chart IHSG yang dari tadi sudah kita bahas bolak-balik. Saya cukup optimis dengan perekonomian Indonesia ke depan.

Namun selain itu, masih ada satu alasan lagi kenapa saya berani optimis kita tidak akan mengalami resesi, seperti negara-negara yang lain.

Masih ingat berita ini?

Indonesia 50-Year Pandemic Bond - Analisis Teknikal Saham IHSG

Indonesia berhasil menerbitkan surat utang obligasi pemerintah dengan masa tenor terpanjang sejak Republik ini berdiri: 50 tahun!

Bahkan surat utang ini adalah surat utang obligasi pemerintah dengan tenor terpanjang di Asia. Karena umumnya tenor obligasi pemerintah paling lama hanya 30 tahun. Dan biasanya tenor obligasi yang lebih panjang dari itu, hanya ada dalam situasi yang sangat mendesak, misalnya saat terjadi perang.

Dan dana yang berhasil dikumpulkan juga terbilang fantastis, yaitu: 4,3 milyar dollar. Ini adalah surat utang terbesar yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah kita sampai saat ini.

Dana tersebut rencananya akan dialokasikan ke berbagai macam paket stimulus, untuk menyelamatkan perekonomian kita di masa pandemi ini.

Inilah senjata rahasia yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. Inilah “pelampung” yang disiapkan pemerintah, agar ekonomi kita tidak tenggelam (saat ini).

So, jangan sampai ketinggalan momentum! Sekaranglah saatnya! Ini adalah peluang yang sangat besar, yang cuma datang sekali dalam 12 tahun. Dan belum tentu akan ada saat-saat seperti ini lagi!

Kami Menggunakan TradingView

Seluruh analisis teknikal yang ada di website IDXchart.com dibuat dengan menggunakan TradingView. Sebuah cloud-based charting tool terbaik bagi para trader dan investor Indonesia!

Dengan menggunakan TradingView, Anda dapat melakukan analisis dari komputer desktop, laptop, bahkan dari tablet dan Handphone (Android maupun iOS).

Nikmati fasilitas FREE Trial 30-hari, dengan meng-klik banner di bawah ini…